Sabtu, 26 Desember 2015

Tanaman Jagung

  

      Hai sahabat tanaman kali ini kita akan membahas tentang tanaman jagung yuk langsung saja kita bahas. 

Tanaman Jagung


       Jagung (Zea mays ssp. mays) adalah salah satu tanaman                 pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatanbulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada masa kini, jagung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri.

Klasifikasi Tanaman Jagung.

    Kingdom : Plantae

    Devisi : Magnoliophyta

    Kelas : Liliopsida

    Sub kelas : Commilinidae

    Ordo : Poales

    Family : Paceae

    Genus : Zea

    Spesies : Zea mays L


Morfologi Tanaman Jagung.


Akar.

    Akar pada tanaman jagung memiliki akar serabut dengan mencaapai kedalaman sekitar 8 m, meski demikian rata-rata akar pada tanaman jagung hanya berada pada kisaran 2 m, selain serabut, akar adventif juga akan muncul ketika tanaman jagung berumur dewasa yang berfungsi memabntu mengkokohkan tegaknya batang jagung.

Daun.


    Daun jagung tergolong kedalam daun yang sempurna, Daun pada jagung berwarna hijau muda saat masih mulai menunjukkan daunnya dan hijau tua saat dewasa dan kuning saat sudah tua, tulang daun dengan ibu tulang daun berada sejajar dan daun pada jagung ada yang halus tanpa bulu dan ada pula yang kasar dnegan bulu.

Batang.

    Batang tanaman jagung tegak lurus dan kokoh, batang tanaman jagung terdiri dari ruas-ruas dan disetiap pelepah dibungkus dengan daun yang selalu muncul disetiap buku nya, namun batang jagung tidak banyak mengandung lignin, namun batang nya tetap tegak lurus dan kokoh.

Bunga.

    Bunga jantan dan betina pada tanaman jagung terpisah, maka dari itu penyerbukan pada tanaman jagung memerlukan bantuan angin, serangga dan bahkan bisa juga manusia. Setiap bunga jantan dan betina pada tanaman jagung harus diserbukkan dengan bantuan alam (Secara alami) atau dengan bantuan manusia, bunga jantan terdapat pada bagian ujung tongkol dari tanaman jagung.

Buah.
     
    Buah jagung berwana kuning muda saat sebelum dewasa atau putih susu dalam keadaan pembentukan, setiap batang tanaman jagung memiliki setidaknya 1 tongkol jagung, walau sekarang adanya pembaharuan peningkatan mutu jagung jenis hibrida namun umumnya setiap batang hanya satu tongkol saja, dan saat buah jagung dewasa akan berubah bentuk menjadi kekuningan.

Tanaman Apel



   Hai sahabat tanaman kali ini kita akan membahas tentang tanaman apel yuk langsung saja kita bahas. 

Tanaman Apel       Apel adalah jenis buah-buahan, atau buah yang dihasilkan dari pohon buah apel. Buah apel biasanya berwarna merah kulitnya jika masak dan (siap dimakan), namun bisa juga kulitnya berwarna hijau atau kuning. Kulit buahnya agak lembek, daging buahnya keras. Buah ini memiliki beberapa biji di dalamnya.



Klasifikasi Tanaman Apel


     Divisi : Spermatophyta
     Subdivisi : Angiosperma
     Kelas : Dicotyledonae
     Ordo : Rosales
     Famili : Rosaceae
     Genus : Malus
     Species : Malus sylvestris Mill

Morfologi Tanaman Apel

   Akar

       Tanaman apel memiliki akar tunggang yaitu akar bawah tegak luru ke dalam tanah. berfungsi untuk menyokong tanaman, meyerap unsur hara tanah.

Batang

        Tanaman apel memiliki batang berkayu keras dan kuat. Tanaman ini memiliki kulit yang tebal, berwarna mudah, kecoklatan hingga kuning dan keabu-abuan.

Daun

       Tanaman apel memiliki bentuk loong dan oval, memiliki ujung yang runcing. Dan memiliki dauan tumpul dan tepi daunnya bergerigi.

Bunga

      Tanaman apel memiliki bungan bertangkai pendek, menghadap ketas, berdandan dan pada tiap tandan bunga memiliki 6-7 bunga. Bunga pada tanaman ini tumbuh di ketiak daun , mahkota bungan berwarna putih dan kemarahan.

Buah

   Tanaman apel memiliki buah yang sangat bervariasi yaitu hijau, merah, dan juga kemaraha  dengan bentuk oval atau bulat. Buah pada apel memiliki kulit tipsi  dan kasar serta memiliki pori-pori yang besar. Namun , setlah matang sempurna akan menjadi mengkilat dan juga halus permukaan buah.


Tanaman Jeruk


    Hai sahabat tanaman kali ini kita akan membahas tentang tanaman jeruk yuk langsung saja kita bahas. 

Tanaman Jeruk

   Jeruk atau limau adalah semua tumbuhan berbunga anggota marga Citrus dari suku Rutaceae (suku jeruk-jerukan). Anggotanya berbentuk pohon dengan buah yang berdaging dengan rasa masam yang segar, meskipun banyak di antara anggotanya yang memiliki rasa manis. Rasa masam berasal dari kandungan asam sitrat yang memang menjadi terkandung pada semua anggotanya.

Klasifikasi Tanaman



        Divisi   : Spermatophyta
        Class    : Dicotyledoneae
        Ordo     : Rutales
        Famili   : Rutaceae
        Genus   : Citrus
        Species : Citrus aurantium

Morfologi Tanaman Jeruk
Akar
   Tanaman jeruk manis mempunyai akar tunggang panjang dan akar serabut (bercabang pendek kecil) serta akar – akar rambut. Bila akar tunggang mencapai tanah yang keras atau tanah yang terendam air, maka pertumbuhannya akan berhenti. Tetapi bila tanahnya gembur, panjang akar tunggang bisa mencapai 4 meter. Akar cabang yang mendatar bisa mencapai 6 – 7 meter. Perakaran jeruk manis tergantung pada banyaknya unsur hara di dalam tanah dan umumnya di kedalaman 0,15 – 0,50 meter.
Pohon
  Pohon jeruk manis berbentuk bulat dan tingginya mencapai 5 – 15 meter.
Daun
  Daun jeruk manis berwarna hijau tua dan tidak merangas. Berbentuk bulat telur (elips) dengan panjang ± 5 – 15 cm, ujungnya runcing sedikit tumpul dan sedikit berlekuk. Tepi daun bergirigi halus dan pada kedua permukaannya tidak berbulu.
 Bunga
  Bunga jeruk manis adalah bunga majemuk seperti anak payung, tandan atau malai kebanyakan berkelamin 2, kelopak dan mahkota bunga berjumlah 4 – 5, dan berdaun lepas. Bunga jeruk manis berwarna putih, keluar dari ketiak daun atau pucuk ranting yang masih muda, berbau harum dan banyak mengandung nectar atau madu.
 Buah
  Jeruk manis berkulit tebal ± 4 mm, bentuk buah bulat, warna kulit luar hijau sampai jingga atau orange, warna daging buah kuning pucat sampai dengan kuning segar.

Jumat, 25 Desember 2015

Tanaman Mangga


Hai sahabat tanaman kali ini kita akan membahas tentang tanaman mangga yuk langsung saja kita bahas. 

Tanaman mangga
   Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya. Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota dan suku Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.
Pohon mangga termasuk tumbuhan tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10–40 m.

Klasifikasi Tanaman Mangga : 

Kingdom : Plantae 

Divisi : Spermatophyta 


Sub divisi : Angiospermae 

Kelas : Dicotyledonae 

Class : Magnoliopsida 

Ordo : Sapindales 

Famili :Anacardiacea 

Genus : Mangifera 

Spesies :Mangifera laurina 


Morfologi Tanaman Mangga


Akar

     Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai 6m, akar cabang makin kebawah semakin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman lebih kurang 30-60 m.


Daun

     Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang tangkai daun berbariasi dari 1,25-12,5 cm. Bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8 tetapi makin mendekati ujung letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya seperti dalam lingkaran. Helai daun bervariasi namun kebanyakan berbentuk jorong sampai lanset 2-10 x 8-40 cm, agak liat seperti kulit, hijau tua berkilap, berpangkal melancip  dengan tepi daun bergelombang dan ujung melancip, dengan 12-30 tulang daun sekunder. Beberapa variasi bentuk daun mangga yang harus anda kenal.

Tanaman Rambutan



Hai sahabat tanaman kali ini kita akan membahas tentang tanaman rambutan yuk langsung saja kita bahas.


   Rambutan adalah tanaman tropis yang tergolong ke dalam suku lerak-lerakan atau Sapindaceae, berasal dari daerah kepulauan di Asia Tenggara. Kata "rambutan" berasal dari bentuk buahnya yang mempunyai kulit menyerupai rambut.
   Rambutan banyak terdapat di daerah tropis seperti Afrika, Kamboja, Karibia ,Amerika Tengah, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Sri Lanka.

  Klasifikasi Tanaman Rambutan

Rambutan (Nephelium lappaceum)

Klasifikasi ilmiah

Regnum : Plantae

Divisio : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Sapindales

Familia : Sapindaceae

Genus : Nephelium

Spesies : Nephelium lappaceum


Morfologi Tanaman Rambutan



Akar 

    Struktur Morfologi 
    1. Batang akar .
    2. Rambut akar, untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral .
    3. Ujung akar, sebagai daerah meristematik yang sel-selnya selalu aktif membelah .
    4. Kaliptra / Tudung akar, sebagai pelindung dari ujung akar dari kerusakan mekanis         ketika menembus tanah .


Pohon Rambutan

Pohon hijau abadi, menyukai suhu tropika hangat (suhu rata-rata 25 derajat Celsius), tinggi dapat mencapai 8m namun biasanya tajuknya melebar hingga jari-jari 4m. Pertumbuhan rambutan dipengaruhi oleh ketersediaan air. Setelah masa berbuah selesai, pohon rambutan akan bersemi (flushing) menghasilkan cabang dan daun baru. Tahap ini sangat jelas teramati dengan warna pohon yang hijau muda karena didominasi oleh daun muda. Pertumbuhan ini akan berhenti ketika ketersediaan air terbatas dan tumbuhan beristirahat tumbuh.
Rambutan banyak ditanam sebagai pohon buah, kadang-kadang ditemukan tumbuh liar. Tumbuhan tropis ini memerlukan iklim lembap dengan curah hujan tahunan paling sedikit 2.000 mm

Daun

Daun majemuk menyirip dengan anak daun 5 hingga 9, berbentuk bulat telur dengan variasi tergantung umur, posisi pada pohon, dan ras lokal. Daun majemuk menyirip letaknya berseling, dengan anak daun 2-4 pasang. Helaian anak daun bulat lonjong, panjang 7,5-20 cm, lebar 3,5-8,5 cm, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, pertulangan menyirip, tangkai silindris, warnanya hijau, kerapkali mengering.

Pembungaan dan bunga

Tumbuhan ini menghasilkan bunga setelah 7 tahun jika ditanam dari biji, namun pada usia 2 tahun sudah dapat berbunga jika diperbanyak secara vegetatif. Rambutan biasanya berumah dua, tetapi bersifat androdioecious, ada tumbuhan jantan dan tumbuhan banci. Tumbuhan jantan tidak pernah bisa menghasilkan buah.
Bunga tersusun pada tandan di ujung ranting, harum, kecil-kecil, warnanya hijau muda.

Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah dalam satu pohon. Pembungaan rambutan dipengaruhi oleh musim atau ketersediaan air. Masa kering tiga bulan menghentikan pertumbuhan vegetatif dan merangsang pembentukan bunga. Di daerah Sumatera bagian utara, yang tidak mengenal musim kemarau rambutan dapat menghasilkan buah dua kali dalam setahun. Di tempat lain, bunga muncul biasanya setelah masa kering 3 bulan (di Jawa dan Kalimantan biasanya pada bulan Oktober dan November).

Bunga majemuk, tersusun dalam karangan, dengan ukuran satuan bunga berdiameter 5mm atau bahkan lebih kecil. Bunga jantan tidak menghasilkan putik. Tumbuhan banci yang baru berbunga biasanya menghasilkan bunga jantan, baru kemudian diikuti dengan bunga dengan alat betina (putik). Bunga banci (hermafrodit) memiliki benang sari yang fungsional dan memiliki dua bakal buah, meskipun jika terjadi pembuahan hanya satu yang biasanya berkembang hingga matang, sementara yang lainnya tereduksi. Penyerbukan dilakukan oleh berbagai jenis lebah, namun yang paling sering hadir adalah Trigona, lebah kecil tanpa sengat berukuran sebesar lalat. Di berbagai apiari, bunga rambutan juga menjadi sumber utama nektar bagi lebah peliharaan.

Bagian-bagian bunga adalah :
  1. Calix (kelopak), berfungsi untuk melindungi bunga ketika masih kuncup.

  2. Corolla (mahkota), berfungsi sebagai hiasan bunga untuk menarik serangga.  3. Stamen (benangsari), terdiri dari filamen (tangkai sari), antera (kepala sari), pollen (       serbuk sari).
  4. Pistillum (putik), terdiri dari stigma (kepala putik), stillus (tangkai putik), ovarium           (bakal buah), ovullum (bakal biji). 

Tanaman Seledri



Hai sahabat tanaman kali ini kita akan membahas tentang tanaman seledri yuk langsung saja kita bahas. 

     Seledri (Apium graveolens L.) adalah sayuran daun dan tumbuhan obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa negara termasuk Jepang, Cina dan Korea mempergunakan bagian tangkai daun sebagai bahan makanan. Di Indonesia tumbuhan ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan daunnya untuk menyedapkan sup atau sebagai lalap. Penggunaan seledri paling lengkap adalah diEropa: daun, tangkai daun, buah, dan umbinya semua dimanfaatkan.


 Klasifikasi Tanaman Seledri

          Seledri (Apium graveolens L.)
          
          Kingdom               : Plantae

          Divisi                     : Spermatophyta

          Subdivisi               : Angiospermae

          Class                      : Dicotyledonae

          Ordo                      Apiales

          Famili                    Apiaceae

          Genus                    : Apium

          Spesies                  Apium graveolens L.             (Backer C.A, 1995)


Morfologi Tanaman Seledri
    Tanaman seledri (Apium graveolens L.) termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua) dan merupakan tanaman setahun atau dua tahun, yang berbentuk rumput atau semak. 

    Tanaman seledri tidak bercabang, susunan tubuhnya terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan buah.



Akar


      Akar tanaman seledri (Apium graveolens L.) yaitu akar tunggang dan memiliki serabut akar yang menyebar kesamping dengan radius sekitar 5-9 cm dari pangkal batang dan akar dapat menembus tanah sampai kedalaman 30 cm, berwarna putih kotor (Haryoto, 2009 : 14). 

Batang

      Batang Seledri (Apium graveolens L.) memiliki batang tidak berkayu, memiliki bentuk bersegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau.

Daun

       Daun tanaman seledri (Apium graveolens L.) daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai, anak daun bertangkai yang panjangnya 1-2,7 cm tangkai daun berwarna hijau keputih- putihan, helaian daun tipis dan rapat pangkal dan ujung daun runcing, tepi daun beringgit, panjang 2-7,5 cm, lebar 2-5 cm, pertulangan daun menyirip, daun berwarna hijau muda sampai hijau tua.

Bunga

    Bunga tanaman seledri (Apium graveolens L.) adalah bunga majemuk berbentuk payung berjumlah 8-12 buah kecil-kecil berwarna putih tumbuh dipucuk tanaman tua. Pada setiap ketiak daun dapat tumbuh sekitar 3-8 tangkai bunga, pada ujung tangkai bunga ini membetuk bulatan. Setelah bunga dibuahi akan terbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda (Haryoto, 2009:14).

Buah

    Buah tanaman seledri berbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda.


luvne.com luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com.com